Alasan Berhenti Kerja

516
Kita harus paham bahwa dalam bekerja, ada saat-saat yang menyenangkan, misalnya piknik bersama. Tetapi, ada juga saat-saat yang sebaliknya. Karyawan harus siap untuk menjalani semua kondisi itu.

“Apakah saya harus tetap bekerja di perusahaan ini, atau berhenti saja ?” tanya kenalan saya.
“Berapa lama kamu sudah bekerja di perusahaan itu ?” tanya saya kepadanya.
“Baru setengah tahun,” jawab dia.
“Bertahanlah,” jawab saya. “Minimal kamu kerja 2 atau 3 tahun di perusahaan itu”.

* * * * *

Banyak orang yang keluar masuk perusahaan (artinya : berhenti kerja di satu perusahaan, kemudian pindah ke perusahaan yang lain) tanpa memperhatikan masa kerjanya di masing-masing perusahaan itu. Saya beberapa kali membaca surat lamaran kerja, yang dari CV-nya terlihat bahwa dalam 4 (empat) tahun orang ini sudah bekerja di 7 (tujuh) perusahaan yang berbeda. Bukannya terkesan, saya justru (sekarang) tidak lagi memanggil pelamar seperti ini (rata-rata pindah kerja kurang dari 1 (satu) tahun).

“Berarti dulu pelamar seperti ini kamu panggil untuk tes tertulis dan wawancara, ya ?” tanya  kenalan saya dengan rasa ingin tahu.

“Ya. Dulu ketika saya masih baru bekerja di bidang HR, pelamar seperti ini saya undang tes tertulis dan wawancara. Jawabannya rata-rata sama. Intinya adalah, di perusahaan A, dia merasa gajinya kecil tapi pekerjaannya banyak, maka dia keluar. Di perusahaan B, dia merasa gajinya banyak dan pekerjaannya normal, tapi suasana kerja dengan rekan kerja tidak baik, maka dia keluar. Di perusahaan C, gajinya baik, pekerjaan normal, rekan kerja baik, tapi atasannya galak, maka dia keluar. Di perusahaan D, gajinya baik, pekerjaan normal, rekan kerja baik, atasan baik, tapi perusahaannya kecil, maka dia  keluar. Begitu seteruanya,” jawab saya. “Saya melihat, memang orang ini tidak tangguh”.

“Kamu memperhatikan masa kerjanya yang rata-rata hanya kurang dari 1 (satu) tahun itu, ya?”

“Benar. Kalau dia sudah bekerja selama 2 (dua) atau 3 (tiga) tahun, saya bisa menerima alasan dia pindah kerja. Harus diakui, perusahaan ada yang baik, ada juga yang tidak baik dalam mengelola SDM-nya. Tetapi kalau belum 2 (dua) tahun sudah pindah kerja, ya memang karyawan itu yang manja atau cengeng, alias tidak tangguh,” kata saya.

* * * * *

Selain cerita tesebut di atas, ada lagi cerita lain, masih tentang alasan berhenti kerja. Saya selalu berpesan kepada orang yang bertanya kepada saya, supaya jangan pindah ke perusahaan lain karena alasan di perusahaan yang lama ada rekan kerja atau atasan yang tidak baik.

“Memang kenapa ?” tanya kenalan saya.

“Karena di perusahaan manapun, selalu ada orang yang tidak baik. Kalau seorang karyawan berhenti kerja dengan alasan ada rekan kerja atau atasan yang tidak baik, maka dia juga di perusahaan yang baru akan berhenti kerja dengan alasan yang sama. Akibatnya, dia akan selalu pindah-pindah kerja, sebab memang orang tidak baik itu ada di perusahaan mana saja. Tidak mungkin perusahaan itu steril dari orang tidak baik”.

—–oOo—–

Penulis  : Constantinus J. Joseph (Praktisi HR BPR Restu Group, Angota Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) & Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi (APIO))

Profile Status
ACTIVE