Bertahanlah 2 – 3 Tahun

562

Kemampuan Bertahan Menghadapi Masalah Sangat Dibutuhkan dalam Dunia Kerja

Salah satu hal yang menurut saya menyedihkan adalah pada saat saya sedang menyeleksi berkas lamaran yang masuk, dan membaca pada Daftar Riwayat Hidup ada pelamar kerja yang dengan penuh semangat menulis pengalaman kerjanya seperti ini :

– Bekerja di perusahaan anu sebagai apa selama 3 bulan.

– Bekerja di perusahaan anu sebagai apa selama 6 bulan.

– Bekerja di perusahaan anu sebagai apa selama 3 bulan.

– Bekerja di perusahaan anu sebagai apa selama 10 bulan.

Intinya, pelamar ini memang mempunyai banyak pengalaman, yaitu pengalaman masuk keluar di berbagai perusahaan dengan rata-rata masa kerja kurang dari dua tahun, bahkan kurang dari satu tahun.

* – * – * – * – *

“Apa kamu tidak memanggil pelamar itu untuk kamu wawancarai, supaya kamu tahu alasan dia bekerja dengan masa kerja pendek-pendek seperti itu ?” tanya seorang kenalan kepada saya.

“Dulu selalu saya panggil, saya wawancarai. Tapi sekarang tidak. Sebab hal seperti itu menunjukkan kepribadian yang sama pada pelamar-pelamar itu,” jawab saya.

“Sama bagaimana ?”

“Bahwa masa kerja yang cuma sebentar-sebentar seperti itu, menunjukkan bahwa pelamar tersebut adalah orang yang tidak tangguh menghadapi masalah di tempat kerja. Dia mudah menyerah, dan keluar dari perusahaan, dengan harapan akan mendapatkan pekerjaan di perusahaan lain yang lebih baik. Tetapi ketika dia diterima bekerja di perusahaan lain, hal yang sama terulang. Dia keluar lagi, karena masalahnya ada pada dirinya, yaitu mudah menyerah dan mengundurkan diri dari perusahaan tempatnya bekerja,” jawab saya.

* – * – * – * – *

Berapa lama seorang karyawan harus tetap bertahan bekerja di sebuah perusahaan ?

Tidak ada jawaban pasti untuk pertanyaan tersebut. Tetapi kebanyakan Manajer HR akan menilai bahwa seorang pelamar tidak cukup tangguh untuk bertahan menghadapi masalah di perusahaan kalau rata-rata masa kerja di perusahaan sebelumnya kurang dari 2 atau 3 tahun.

“Bagaimana kalau pelamar punya pengalaman kerja hanya 3 bulan, karena lowongan yang ada memang menggantikan karyawati yang sedang cuti melahirkan selama 3 bulan ?”

“O…. Kalau itu sih merupakan pengecualian,” jawab saya. “Tetapi ‘kan tidak masuk akal juga seandainya dia pindah di beberapa perusahaan dengan masa kerja hanya 3 bulanan dengan alasan seperti itu. Masa’ sih ada orang yang punya pengalaman kerja sebagai spesialis menggantikan karyawati yang culi melahirkan ?”

* – * – * – * – *

Jadi, bagaimana pun kondisi di perusahaan tempat bekerja, bertahanlah selama dua atau tiga tahun, karena hal ini membuktikan bahwa karyawan itu bukan orang yang mudah menyerah.

—– oOo —–

Ditulis oleh : Constantinus J. Joseph
(Praktisi HR BPR Restu Group, Angota Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) & Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi (APIO))

Profile Status
ACTIVE