GETHUK……. CITA RASA YANG TAK TERKALAHKAN

253

Ibu Karmini, penjual Gethuk di Cilosari Dalem, Semarang
(Sumber: Dokumentasi Pribadi – Arhika Chrisma Rani)

Bumi Majapahit, sejenak rehat dari segudang aktivitas, ngga ada salahnya kalau mulai memikirkan cemilan apa yang cocok untuk menemani si kopi tubruk.

Hmmmm……gimana kalau gethuk lindri….?Sudah lama juga kita ngga mencuil cemilan ini. Cemilan tradisional yang pastinya mak nyuuussss…….

Getuk Lindri adalah salah satu kuliner tradisional Indonesia yang berasal dari pulau jawa yang terbuat dari singkong (ketela pohon). Getuk Lindri biasanya berwarna merah, kuning, coklat dan hijau, tergantung dari selera si pembuat yang ditambah dengan taburan parutan kelapa.

Ngomong-ngomong soal gethuk lindri, ada sepercik cerita yang kebetulan saya dapat dari Kuliah Kerja Usaha. Sudah hampir seminggu ini, saya mengobservasi secuil gethuk.

Ibu Karmini….itulah panggilan seorang penjual gethuk yang saya jadikan bahan observasi Kuliah Kerja Usaha. Tinggal di sebuah desa Cilosari Dalem, Kelurahan Kemijen, Semarang Timur. Bu Karmini adalah salah satu pengusaha gethuk sekaligus produsen. Biasanya Si Ibu membuat gethuk pukul 01.00 WIB sampai 06.00 WIB yang kemudian langsung dipasarkan di pasar Bugangan, Semarang.

“ Mudah kok mba membuat gethuk lindri…” jelasnya sambil mengaduk ulenannya
“ Bahannya juga mudah didapat cara membuatnya pun gampang sekali. Bahannya Cuma singkong kupas, gula pasir, vanili, air, pewarna sesuai selera.” Tambahnya

Wooow…..dari bahan yang sederhana bisa menghasilkan panganan yang lezatnya ngga ketulungan.
“ Kalau cara membuatnya gampang mba….
1. Didihkan gula, air, dan vanili sampai kental, angkat, dinginkan, sisihkan.
2. Kukus singkong sampai matang dan lunak, tumbuk selagi panas sambil dituangi cairan gula dan pewarna sampai halus dan tercampur rata.
3. Giling adonan dan potong sesuai selera. Hidangkan dengan urap kelapa.
4. Urap kelapa : campur kelapa parut dan garam, kukus kurang lebih 5 menit supaya tahan lama.” Detailnya sembari asyik menguleni adonan.

Ternyata dari bahan yang mudah dan biaya yang murah, bisa menghasilkan panganan yang ngga kalah lezat dengan panganan modern.

“ Nyam….nyam….lazisnya gethuk ini. Serasa makan makanan mahal.” Gumamku
Sudah terpikir oleh Anda panganan apa yang akan anda cemil untuk teman kopi tubruk? Kenapa ngga ikuti saran saya untuk sekilas mencuil Gethuk lindri.

Ditulis oleh : Arhika Chrisma Rani
(Brand Communication BPR Restu Group)

Profile Status
ACTIVE