Gethuk Yoko Kurung

479

“gethuk asalae saka telo, yen ora pethuk atine dadi gelo”
“randu lumbung etane alas kethu, eling nabung ya eling Restu”
(Sumber: Dokumentasi Pribadi – Agustin Retno)

Klaten yang sangat panas di siang hari ini membuat rombongan kecil berbaju orange biru merapatkan kendaraan di sebuah kedai tradisional yang sangat sederhana. Kedai yang sederhana ini rupanya sudah melegendaris kemana-mana dengan produk unggulan tanpa KW, itulah Gethuk Yoko Kurung. Hampir semua pembeli berasal dari kalangan menengah ke atas sampai pada kelas borjuis. Mengapa demikian? Karena memang rasa dan tekstur gethuknya tiada dua, selain itu harganya sangat bersahabat dengan kantong. Penampilan dan bahan yang masih serba tradisional mampu menjaga lidah para pembeli untuk tidak berpindah ke produk lain yang sejenis.

Berasal dari Pedan, salah satu kecamatan dari Kabupaten Klaten yang lebih terkenal dibanding Klatenya sendiri. Ibarat pulau Bali di mata dunia, Bali is Bali, tidak banyak yang tahu kalau Bali itu bagian dari Indonesia. Begitu juga Pedan, Pedan is Pedan, padahal Pedan hanya salah satu bagian dari Kabupaten Klaten, namun perekonomian di wilayah ini lebih berkembang pesat dibanding Klaten wilayah kota. Salah satu ikon yang terangkat dari Pedan adalah batik lurik tenun asli.

Hari ini kami bertiga (Erna CRO, Ifan IT, dan Agustin Sekdir) melakukan liputan ke pusat batik tenun asli sli sli sli Pedan-Klaten-Indonesia ini. Sepulang dari liputan kami sengaja mampir untuk membeli buah tangan gethuk yoko. Karena sudah akrab dengan pedagang gethuk, kami menawarkan spanduk untuk promosi gethuk yang terkenal ini. Harapannya nama Restu akan semakin terkenal dimana-mana dengan sasaran dari seluruh lapisan masyarakat.

Demikian cerita hari ini, selamat melanjutkan aktivitas di sore menjelang petang, salam Restu, Solusi Keuangan Anda…

Ditulis oleh : Agustin Retno
(Jurnalis PT BPR Restu Klaten Makmur)

Profile Status
ACTIVE