KUDA LUMPING : Antara Dahulu dan Sekarang

376
Pertunjukan Kuda Lumping Masih Diminati Masyarakat (Foto: Anasthasya Putri)

Kab. Semarang, RestuMagz – Kesenian Kuda Lumping atau jaran kepang dahulu dikenal sebagai ritual untuk minta hujan, keselamatan, pengobatan dan sebagainya.  Kini, Kuda Lumping lebih dikenal sebagai kesenian tradisional yang layak dilestarikan.

Kuda Lumping sendiri adalah seni tari yang dimainkan oleh beberapa penari dengan menggunakan properti berupa kuda tiruan, yang terbuat dari anyaman bambu atau kepang. Tidak satupun catatan sejarah mampu menjelaskan asal mula tarian ini, hanya riwayat verbal yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Di dalam pertunjukan tari kuda lumping biasanya ditampilkan juga atraksi – atraksi mencengangkan yang mempertontonkan kekuatan supranatural yang berbau magis. Aksi ini tak hayal sering membuat penontonnya bergisik ngeri ketika para pemain kuda lumping mulai menyayat lengan dengan golok, mengunyah pecahan kaca, membakar diri, berjalan di atas bara api dan kaca, dan masih banyak lagi aksi lainnya yang tidak kalah hebohnya. Bisa jadi atraksi ini menggambarkan kekuatan supranatural yang pada jaman dahulu kala berkembang di lingkungan  Jawa dan merupakan aspek non  militer yang biasanya digunakan untuk melawan pasukan belanda.

Penulis : Anasthasya Putri  (Jurnalis PT BPR Restu Klepu Makmur)                                 Editor   : Franes Pradusuara

1 comment
Profile Status
ACTIVE