Melestarikan Budaya Melalui Festival Reog

524

Festival Reog dan Drumblek (Foto : Anasthasya Putri)

Ratusan warga Krajan kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga sedari pagi sudah berkumpul demi meramaikan Festival Reog dan Drumblek. Tidak hanya warga asli Krajan saja, tetapi hampir warga Salatiga dan sekitarnya juga ikut berbondong – bondong meramaikan festifal pada pagi hari itu. Peserta yang berasal dari berbagai paguyuban reog berkumpul jadi satu untuk menunjukkan kebolehannya dalam membawakan kesenian reog dan tari kuda lumping yang sudah di tunggu oleh seluruh warga. Saya pun tidak mau kalah untuk ikut menyaksikannya.

Acara pada pagi hari itu diawali dengan sambutan ketua panitia dan dilanjutkan dengan pembukaan festival reog yang dipimpin oleh Bapak Yuliyanto SE MM selaku Wali Kota Salatiga dengan pemberian kuda lumping secara simbolis yang diwakili salah satu peserta reog. Alunan gamelan yang dimainkan sungguh menyatu dengan gerakan para pemain reog yang dinamis dan terlihat tegas. Kekompakan pun jelas terlihat ketika satu demi satu peserta menampilkan kebolehan dalam menari. Sungguh menarik sekali, karena setiap paguyuban reog memiliki ciri khas yang berbeda dalam penampilannya. Tepuk tangan penonton terdengar sangat riuh disepanjang pertunjukan membuat suasana semakin meriah.

Disela – sela berlangsungnya perlombaan saya berkesempatan berbincang – bincang dengan salah satu grup reog yang kala itu sedang beristirahat. Mereka terlihat begitu kelelahan setelah tampil untuk yang pertama kalinya. Paguyuban yang bernama LARAS KRIDO TAMTOMO ini ternyata sudah berdiri sejak tahun 1973 dan sampai sekarang sudah beranggotakan sebanyak 70 orang. Paguyuban yang beralamatkan di Dusun Clowok, Desa Polobogo Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang ini di pimpin oleh Bapak Sutarno dan Bapak Kaslan. Sudah banyak prestasi yang dicapai oleh mereka, salah satunya Juara I lomba prajuritan se-Kecamatan Getasan. Sungguh luar biasa perbincangan pada siang hari itu.

IMFDF

Salah Peserta Festival Reog(Foto : Anasthasya Putri)

Ditulis oleh : Anasthasya Putri
(Jurnalis PT BPR Restu Klepu Makmur)

1 comment
Profile Status
ACTIVE