Museum Ronggowarsito, Semarang (Foto : Ariana Nur Ika Y)

Museum Ronggowarsito-Masa Prasejarah merupakan masa dimana manusia masih belum mengenal tulisan artinya bukti yang ditemukan masih berupa benda bukan dokumen yang pasti. Berbincang mengenai masa prasejarah, ada suatu benda yang muncul dan berfungsi penting bagi kehidupan manusia yaitu gerabah.

Minggu, 25 Oktober 2015 saya menginjakkan kaki di suatu tempat yang banyak menyimpan benda sejarah, Museum Ronggowarsito namanya. Nama museum yang diambil dari nama pujangga besar keraton Hadiningrat. Setelah menelusuri beberapa tempat dalam museum tersebut, sejenak pandangan saya tertuju ke sebuah gambar dimana ada rangkaian cerita mengenai pembuatan gerabah. Sedikit kita akan menelisik Gerabah. Gerabah adalah suatu alat yang digunakan oleh manusia pada zaman Neolitik selain untuk kebutuhan sehari-hari juga digunakan untuk upacara keagaman. Benda yang unik namun banyak fungsinya.

Gerabah ini mengalami perubahan dari masa ke masa. Perubahan gerabah tersebut terjadi karena adanya pengaruh dari teknologi dan kemampuan manusia untuk memodifikasi dan membuat gerabah. Perubahan yang dipengaruhi oleh teknologi mempunyai dampak yang banyak terhadap gerabah di Nusantara. Perkembangan tekhnologi menyebabkan semakin bervariasinya bentuk gerabah, fungsi gerabah juga menjadi semakin banyak pada kehidupan sosial maupun kehidupan religi.

Ditulis oleh : Ariana Nur Ika Yustinasari
(Jurnalis PT BPR Restu Artha Makmur)