Menengok Jejak Para Pejuang di Mandala Bhakti Semarang

672
(Sumber : www.semarangplus.com)

Semarang, RestuMagz – Museum Mandala Bhakti Semarang merupakan salah satu wisata edukasi yang sangat fenomenal di kota Semarang. Museum Mandala Bhakti, tepatnya terletak di jalan Sugijapranata No 1 berhadapan dengan Tugu Muda.

Museum Mandala Bhakti Semarang ini diperkirakan dibangun pada tahun 1930 dan dirancang oleh arsitek Belanda I. Kuhr E, yang kemudian digunakan  untuk pengadilan tinggi bangsa Eropa di Semarang. Tetapi pada tahun 1950, museum ini digunakan oleh Kodam IV/Diponegoro sebagai markas besar Komando Wilyah Pertahanan II. Pada akhirnya di tahun 1985, museum ini resmi digunakan untuk menyimpan barang-barang  dan senjata-senjata yang di gunakan pada saat melawan penjajah di pertempuran lima hari di Semarang.

Untuk kunjungan individu, tiket masuk ke museum Mandala Bhakti tidak dipungut biaya, hanya membayar tips untuk penjaga museumnya, itupun untuk besar tipsnya terserah kita. Untuk jam  operasional museum yaitu hari selasa-jumat (08.00-14.00). Jika ada rombongan yang ingin berkunjung ke museum pada hari Senin, Sabtu atau Minggu harus konfirmasi ke penjaga museum terlebih dahulu.

Museum Mandala Bhakti terdiri dari dua lantai, lantai pertama terdiri atas beberapa ruangan seperti ruangan peristiwa, ruangan pelestarian kerja pangdam, ruangan laswi (Laskar Wanita Indonesia) dimana menjadi bukti bahwa wanita indonesia itu kuat, berani menghadapi penjajah, dan masih banyak lagi, ruangan-ruangan tersebut berisi benda-benda bersejarah seperti  bukti-bukti proklamasi mulai dari text proklamasi, microphone, riwayat Jendral Sudirman mulai  dari dilantiknya Jendral Sudirman menjadi komandan  angkatan darat, sampai riwayat Jendral Sudirman yang memimpin perang dalam keadaan ditandu karena sakit.

Diruangan yang lain terdapat pula koleksi kendaraan tempur yang digunakan oleh pangdam VII/Diponegoro Mayor Jendral Suryo Sumpeno dalam gerakan pemulihan keamanan dan penumpasan G 30 S / PKI di jawa tengah tahun 1965. Ada pula koleksi-koleksi mulai pakaian dari goni, seragam PETA (Pembela Tanah Air), Heiho (pasukan bentukan Jepang yang berisi warga Indonesia di masa Perang Dunia II), BKR (Badan Keamanan Rakyat), TKR (Tentara Keamanan Rakyat), TNI, seragam tentara asing, juga pakaian dinas polisi militer dan Kowad.

Di lantai 2, kita akan menjumpai patung Jendral Sudirman dan petuahnya. Yang menakjubkan terdapat “kendi” atau dalam bahasa indonesianya teko yang terbuat dari tanah liat yang sangat besar. Tingginya mencapai  3 m dengan diameternya 2,5 m. Kendi ini menjadi rekor muri di Museum Mandala Bhakti Semarang.

Berikut ini beberapa foto benda bersejarah yang berada di Museum Mandala Bhakti :

  1. Patung Jendral Sudirman di lantai 2

IMG_20151201_125849

2. Kendaraan perang yang digunakan oleh Mayor Jendral Suryo Sumpeno

IMG_20151201_152205

3. Koleksi pakaian yang digunakan pejuang

IMG_20151201_152154

Penulis : Zhulya Setia Anggraeini (Jurnalis BPR Restu Artha Makmur)
Editor  : Arhika Chrisma Rani

Profile Status
ACTIVE