Menghitung Nilai BPR Sebelum Melakukan Akuisisi – Bag. 2

1265
(Sumber : finance.detik.com)

Tidak saja tanah yang diburu oleh pemilik dana, belakangan ini sejumlah bank perkreditan rakyat (BPR) juga diincar oleh investor untuk diakuisisi. Mereka bahkan berani menawarkan harga lebih tinggi kepada para pemilik BPR yang ingin menjual BPR-nya. Hal ini terjadi karena industri BPR sangat menjanjikan seiring dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kesulitan tidak dikeluarkannya izin BPR konvensional oleh OJK di pulau Jawa menutup ruang bagi para investor ini untuk mendirikan BPR baru. Jalan satu-satunya untuk berkecimpung di bisnis ini hanya dengan melakukan akuisisi terhadap BPR-BPR yang ada. Hingga saat ini, para pemilik BPR masih berusaha bertahan untuk tidak menjual BPR.

 

Pertanyaan selanjutnya apabila anda sebagai investor dan ditawari BPR yang dijual bagaimana cara menentukan harga yang pantas agar anda sebagai investor tidak membeli dengan harga yang kemahalan. Ada cara sederhana untuk menentukan harga jual, harga tersebut bisa diperoleh dengan melihat neraca dari BPR yang akan dijual.

Berikut ilustrasinya:

ilustrasi1

ilustrasi2

Data diatas merupakan neraca BPR posisi juni 2013 seandainya BPR tersebut dijual dengan harga 5 Milyar apakah harga tersebut layak dipertimbangkan?

ilustrasi3Dari hasil rekapitulasi antara aktiva dan kewajiban memiliki nilai perusahaan sebesar Rp 2.699.500 sedangkan dilihat dari modalnya sebesar Rp 2.400.000 maka nilai gain BPR tersebut sebesar Rp299.500.

Apabila harga yang ditawarkan sebesar Rp 5 Milyar padahal sebetulnya nilai perusahaan hanya Rp 2.699.500 maka sisanya adalah Goodwill seperti nama baik perusahaan, perijinannya, SDMnya dll. untuk menentukan apakah mahal tidaknya tergantung dari Goodwill BPR tersebut.. Bisa dikatakan mahal apabila goodwilnya tidak lebih dari 2,4 M atau dikatakan murah apabila goodwillnya melebihi 2,4 M.

Penulis : Eko Prasetiyo, S.E., M.M., Akt. (Komisaris BPR Restu Group)

Profile Status
ACTIVE