Menguak Gagalnya Fit dan Proper Test – Bag. 2

484
Ilustrasi Kegagalan Kandidat Fit dan Proper Tes                                                                   (Sumber: //www.laruno.com)

 

– Lanjutan dari artikel sebelumnya “Menguak Gagalnya Fit dan Proper Test – Bag. 1”

Persyaratan Kompetensi bagi calon Direksi:

Persyaratan kompetensi meliputi:

  1. Memiliki pengetahuan di bidang perbankan
  2. Pengalaman dan keahlian di bidang perbankan dan atau bidang keuangan
  3. Kemampuan untuk melakukan pengelolaan strategis dalam rangka pengembangan Bank yang sehat.

Tes Kemampuan atau kompetensi, dilakukan terhadap 3 (tiga) hal, yaitu:

1) Pengetahuan (Knowledge)

Pengetahuan tersebut digali melalui pertanyaan-­pertanyaan yang berhubungan dengan visi dan misi, pengetahuan manajemen, pengetahuan umum dan pengetahuan yang relevan dengan bidang yang digeluti.

2) Keterampilan (Skill)

Keterampilan disini adalah keterampilan dalam mengatur, keterampilan teknis, keterampilan manusiawi, keterampilan konseptual, dan adanya motivasi untuk mengelola. Keterampilan tersebut digali melalui pertanyaan­-pertanyaan yang berhubungan dengan penerapan manajemen yang standar, spesifikasi aktivitas atau operasional bisnis bank secara umum maupun khusus.

3) Masa Kerja Lalu (experience)

Experience yang dimaksud adalah tentang kinerja yang telah dicapai atau dengan kata lain keberhasilan dalam menjalankan tugas-tugasnya untuk mencapai tujuan. Penilaian kompetensi juga mencakup penilaian terhadap pengetahuan, pemahaman dan kemampuan tentang kegiatan operasional Bank, Undang-Undang Perbankan dan peraturan perundang-undangan lainnya, perekonomian secara makro, pengetahuan mengenai kebudayaan.

Uraian diatas merupakan penilaian dari otoritas namun bagaimana dengan penilian intern dari pemiliki bank. Sangat disayangkan saat ini masih banyak proses penggantian direksi atau komisaris suatu bank yang lebih mementingkan like n dislike dari pemilik serta hanya melihat dari satu sisi saja yaitu memetingkan kemampuan bisnis dari pada kemampuan operasional sehingga yang terjadi bisnisnya larinya kencang namun operasional sebagai fungsi remnya tidak berjalan dengan baik akibatnya menimbulkan permasalahan. Bila dilihat dari banyaknya resiko yang dihadapi bank, maka asal mula semua resiko itu munculnya dari operasional bank yang tidak baik.

Dari fenomena inilah maka calon direksi dan komisaris dari bank umum banyak yang tidak lolos fit n proper dari otoritas karena memang kemampuannya hanya dibidang bisnis dan kemampuan operasionalnya tidak begitu baik lebih-lebih penguasaan terhadap peraturan perbankan. Bisa dimaklumi dan disadari bahwa di bank umum seluruh aturan dan operasional sudah ditentukan dari kantor pusat/induknya.

  • Eko Prasetiyo, S.E., M.M., Akt.                                                                                    Komisaris BPR Restu Group
Profile Status
ACTIVE