Musium Record – Dunia Indonesia (MURI) Semarang

443

Semarang, RestuMagz – Museum Record- Dunia Indonesia atau sering disebut dengan MURI merupakan salah satu wisata edukasi di semarang, di Indonesia hanya ada 2 lokasi Museum record Dunia Indonesia  yaitu di Jakarta di mall Indonesia LG floor Kelapa Gading dan di Semarang di jalan Perintis Kemerdekaan 275  Srondol dan menjadi satu dengan kawasan industri jamu jago.

Museum Record Muri Dunia Indonesia didirikan oleh Jaya Suprana tanggal 27 Januari  1990, awalnya bernama Museum Record Indonesia. Pada tanggal 14 Agustus 2015 di ganti menjadi  Museum Record Dunia Indonesia.

Untuk biaya masuk Museum Record Dunia Indonesia di semarang yaitu tidak dipungut biaya, hari dan jam opersionalnya  setiap hari senin – jumat. Pukul 09.00-15.00 untuk kunjungan rombongan siswa atau turis harus reservasi terlebih dahulu minimal 2 minggu sebelum kunjungan.

Museum Record Dunia Indonesia telah mencatat  lebih dari  1200 rekor hingga Juli 2005. Banyak sekali galeri yang berupa dokumentasi yang telah tercatat sebagai record dunia maupun indonesia  di museum tersebut.  Salah satunya pemandangan yang menarik di museum tersebut  terutama bagi wanita, yaitu Lipstik Terbesar di indonesia  dari PT Mustika Ratu Tbk dalam tema “ Bias Ankea Warna 2002”. Lipstik tersebut tingginya mencapai 3 m, untuk diameter bingkai bagian bawah mencapai 80 cm dan diameter bagian atas lipstik 70 cm.

Di dalam ruangan Museum Record-Dunia Indonesia  semarang terdapat juga terdapat berbagai macam racikan jamu, mungkin karena museum ini terletak di kawasan industri jamu jago, terdapat pula mesin ketik antik, mesin hitung antik dan masih banyak lagi.

Berikut ini beberapa  hasil dokumetasi dari Museum Record Dunia Indonesia :

  1. Lipstik terbesar di indonesia

001

2. Racikan jamu di Museum Record – Dunia Indonesia

004

3. Foto dokumentasi di Museum Record – Dunia Indonesia

002

4. Ruang penyimpanan foto dokumentasi di Museum Record -Dunia Indonesia

003

Penulis : Zhulya Setia Anggraeini (Jurnalis BPR Restu Artha Makmur)
Editor  : Arhika Chrisma Rani

Profile Status
ACTIVE