Pajak Penghasilan (PPh) : (Subyek dan Obyek Pajak)

57

Subyek Pajak

Adalah orang, badan atau BUT yang didirikan di Indonesia artinya setiap warga negara indonesia adalah subyek pajak; setiap badan usaha yang didirikan di Indonesia adalah subyek pajak; setiap yang bukan berbadan hukum Indonesia tetapi mendapat penghasilan di Indonesia adalah Subyek Pajak.

 Obyek Pajak

Yang menjadi obyek Pajak adalah Penghasilan. Definisi menurut paraturan perpajakan: Penghasilan adalah setiap tambahan kemampuan ekonomis yang dapat meningkatkan kekayaan atau komsumsi.

Artinya apabila ada tukang bekerja dan mendapat upah, yang itu berarti ada tambahan kemampuan ekonomis dan atau menambah kekayaan pada dasarnya masuk dalam kategori obyek pajak. Demikian juga seorang yang mendapat pembebasan dari hutangnya, itu juga termasuk mendapat peningkatkan kemampuan ekonomis karena pembebasan tersebut.

Pertanyaan selanjutnya adalah, apakah seseorang yang lahir di Indonesia dan mendapat penghasilan “harus membayar pajak?”. Contoh di atas adalah tukang batu yang tentu sebagai warga negara Indonesia adalah Subyek Pajak dan memiliki Obyek Pajak berupa upah kerja, harus bayar pajak?

Karena memenuhi dua unsur yaitu SUBYEK dan OBYEK pajak, maka memenuhi kriteria TERHUTANG PAJAK. Pertanyaannya adalah: apakah semua yang terhutang Pajak, wajib dipungut atau membayar pajak?

Ternyata pemerintah mengatur lebih lanjut, bahwa yang wajib dipotong pajak atau membayar pajak ada batasan tertentu, dan setiap penghasilan yang dibawah batas itu tidak perlu membayar pajak. Pemerintah menetapkan batasan itu dengan istilah yang sangat kita kenal yaitu PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak). Artinya apabila warga negara sebagai subyek pajak memiliki obyek pajak (yaitu penghasilan) yang kurang atau lebih kecil dari batas itu (PTKP) maka atas penghasilan tersebut tidak dikenakan pajak.

Untuk karyawan saat ini PTKP bujangan adalah sebesar Rp 3 juta. Artinya bujangan yang bekerja dan mendapat gaji Rp 3 juta atau kurang, tidak dipungut pajak. Demikian juga pekerja harian lepas dan lain sebagainya, diatur tersendiri. Intinya ada batasan tertentu yang walaupun memenuhi unsur subyek dan obyek pajak, tidak terhutang pajak karena masih dibawah PTKP.

Kesimpulan

Sekarang kita sudah dapat mengerti pajak penghasilan, dan ada dua unsur yang wajib dipenuhi untuk terhutang pajak, pertama SUBYEK dan kedua adalah OBYEK pajak. Apabila memenuhi unsur subyek dan Obyek Pajak, maka terhutang Pajak. Tidak setiap apa yang terhutang pajak harus bayar pajak karena pemerintah mengatur lebih lanjut bahwa penghasilan yang dibawah angka tertentu (yang kita kenal dengan istilah PTKP) tidak perlu dipungut pajaknya.

Semoga bermanfaat.

Selanjutnya :

Seri Pengetahuan Pajak-02 bagian B : Gaji, honor,dst…
Seri Pengetahuan Pajak-02 bagian C : Penghasilan Badan

Penulis  : Drs. Didik Yochanan, M.M.  (Komisaris BPR Restu Group)

Profile Status
ACTIVE