Resolusi Berkendara & Jalan Raya Aman 2016

31

DIPERLUKAN KOLABORASI BANYAK PIHAK DI INDONESIA UNTUK MEMBUAT JALAN RAYA YANG LEBIH AMAN.

Saya memandang jalan raya di Indonesia pada tahun 2016 dapat menjadi lading pembantaian nyawa manusia seperti tahun-tahun sebelumnya, jika tidak disikapi dengan bijak melalui kolaborasi masif antar departemen dan masyarakat pengguna kendaraan bermotor dan jalan raya.

Semua instansi terkait (Polri, Perhubungan, PU, Jasa Marga, Depnaker, Depdagri / Pemda & Diknas) harus ikut memberikan peran serta dan sesuai kapasitas masing-masing dalam melakukan tindakan preventif sebagai upaya mengurangi angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya.

Polisi harus biasa melakukan penegakan hokum yang tegas tanpa terkecuali dan menyiapkan SDM yang dapat berperan maksimal dalam menjalankan amanat UULLAJR 22/2009.

Perhubungan melakukan penegakan hukum yang tegas tanpa pengecualian khususnya kepada sektor angkutan barang dan penumpang, memberikan peran yang lebih untuk membantu pihak Polri dalam sektor pendidikan berlalulintas pada area domain, serta peningkatan dan pemeliharaan rambu dan lampu pengatur lalu lintas.

PU mendesain jalan yang ramah keselamatan, meningkatkan kualitas permukaan jalan dan meningkatkan  performa percepatan pemeliharaan jalan.

Jasa Marga meningkatkan performa pengawasan ketertiban pengguna jalan tol dan sistem keselamatan dan keamanan pada area-area kritikal atau rawan kecelakaan .

Depnaker mendorong jika perlu mewajibkan program K3 di setiap industri harus juga meliputi keselamatan jalan raya termasuk kualifikasi pengemudi dan manajemen monitoring atas implementasinya.

Depdagri / Pemda sebagaimana amanat pada UULLAJR 22/2009 harus juga berperan aktif dalam keselamatan dan ketertiban jalan raya.

Diknas sebagai salah satu instansi yang dapat memberikan pengertian dan pemahaman keselamatan kepada masyarakat  melalui pendidikan keselamatan termasuk keselamatan berlalu lintas pada usia dini, program-program pendidikan keselamatan berlalu lintas dan keselamatan lainnya bukan sekedar program ekstra kurikuler.

Jika upaya-upaya tersebut dilakukan dengan minim atau tanpa konstribusi dari instansi lain dan membiarkan semata kepada pihak Polri, maka pembantaian nyawa masyarakat Indonesia akan terus berlanjut sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, puluhan ribu nyawa manusia hilang sia-sia di jalan.

Untitled-1

Semoga bermanfaat.

Penulis   : Krishandoyo Harinomo  (Manager PT Santosa Istana Mobil – Hyundai Semarang)

Profile Status
ACTIVE