SERTIFIKASI KOMPETENSI: Wujud Sebuah Profesionalisme

950
(Sumber: Dokumentasi – Constantinus J. Joseph)

DULU, di tahun 1990-an, pada saat saya pertama kali memasuki dunia kerja, istilah Sertifikasi Kompetensi memang belum populer di banyak bidang pekerjaan. Tetapi sekarang —– di tahun 2000-an —– istilah ini begitu populer. Sertifikasi kompetensi adalah proses yang harus dijalani oleh seseorang supaya dia mendapatkan Sertifikat Kompetensi. Berbeda dengan ijazah, Sertifikat Kompetensi memiliki masa berlaku tertentu, sama seperti Surat Izin Mengemudi (SIM) dan setelah habis masa berlakunya maka harus diperbarui lagi.

“Kalau saya sudah punya ijazah, apakah saya juga harus memiliki Sertifikat Kompetensi ?” tanya sahabat baik saya.

“Tergantung bidang pekerjaan dan industri / bisnis di mana kamu bekerja,” jawab saya.

“Maksudnya bagaimana ?”

“Kalau kamu bekerja di bidang perbankan, misalnya, maka untuk menduduki posisi jabatan tertentu, kamu memang harus memiliki Seetifikat Kompetensi tertentu, selain kamu juga harus memiliki ijazah pendidikan formal tertentu,” kata saya.

KOMPETENSI adalah gabungan antara pengetahuan, ketrampilan, dan sikap kerja. Orang yang kompeten untuk menduduki suatu posisi jabatan tertentu berarti sudah memenuhi tuntutan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap kerja untuk menjalankan pekerjaan di jabatan tersebut. Bukti dari kompetensi itu adalah selembar sertifikat yang disebut Sertifikat Kompetensi. Untuk mendapatkan Sertifikat Kompetensi, seseorang harus menjalani proses Sertifikasi Kompetensi yang terdiri dari Training Kompetensi dan Uji Kompetensi. Kalau sudah lulus Uji Kompetensi, barulah dia mendapatkan Sertifikat Kompetensi.

“Wah, kok sulit, ya ?” komentar sahabat baik saya.

“Jangan dilihat sulitnya. Ini adalah memenuhi tuntutan perkembangan zaman, di mana seseorang yang menjalankan suatu pekerjaan tertentu memang harus kompeten di bidang itu, dan itu ada standar dan buktinya,” jawab saya.

BUKAN berarti sekolah atau kuliah saja belum cukup, tetapi sekarang ini memang untuk menduduki suatu posisi jabatan tertentu harus memiliki Sertifikat Kompetensi. Oleh karena itu, sambil masih sekolah atau kuliah, jangan lupa sudah mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja dengan mengikuti Training Kompetensi dan Uji Kompetensi, sehingga mendapatkan Sertifikat Kompetensi.

Penulis  : Constantinus J. Joseph (Praktisi HR BPR Restu Group, Angota Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) & Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi (APIO))

 

 
Profile Status
ACTIVE