Tepatkah Silo sistem diterapkan dalam organisasi BPR ?

1330
(Sumber : finance.detik.com)

Pernahkan anda mendengar istilah silo sistem, Silo adalah istilah organisasi yang telah banyak digunakan dan didiskusikan oleh banyak pelaku bisnis. Tidak seperti banyak istilah manajemen lainnya, kecenderungan terjadinya silo dalam organisasi ini menjadi salah satu masalah yang belum hilang selama bertahun-tahun.

Penerapan silo sistem akan membentuk karyawan memiliki mentalitas silo. Mentalitas silo dapat terjadi ketika sebuah bagian dalam struktur organisasi berbagi tugas umum tapi berdasarkan pada kekuasaan dan status dari bagian mereka. Mereka cenderung enggan berbagi sumber daya dan ide dari bagian lain. Mereka menyelesaikan permasalahan dengan solusi yang mereka kembangkan sendiri. Padahal, berbagai masalah yang mereka hadapi seringkali saling berkaitan dengan kinerja dan masalah di bagian lain.

Jika menganut silo, kolaborasi antar bagian menjadi terbatas. Transfer informasi dan pengetahuan antar bagian akan terhambat, padahal informasi dan pengetahuan yang dimiliki sebuah bagian bisa jadi krusial bagi bagian lain. Karyawan yang berada dalam satu bagian cenderung mengalami stagnasi pengetahuan dan pola pikir, karena kesempatan untuk mengembangkan diri dengan berinteraksi dengan bagian lain sangat terbatas. Kondisi seperti ini akan sangat merugikan bisnis secara keseluruhan.

Di perbankan, manajemen mengelola sumber dayanya berdasarkan aturan, regulasi, serta struktur organisasi yang telah ditentukan. BPR berskala besar cenderung memiliki  banyak aturan, regulasi dalam struktur organisasi perusahaan yang rumit. Pada lingkungan yang demikian, biasanya manajemen akan mengatur sumber daya secara formal, memastikan bahwa semua aturan dan formalitas dipatuhi dengan baik. Setiap bagian dan karyawan akan mendapat tekanan untuk selalu patuh pada aturan dan formalitas. Sebaliknya, perusahaan yang memiliki struktur organisasi yang lebih flat, tidak banyak formalitas, dan dengan peraturan yang tegas namun sederhana, karyawannya akan merasa nyaman dalam budaya kerja yang fleksibel.

BPR Besar dengan banyak aturan rumit dan regulasi tertutup, yang masing-masing bagiannya membuat pagar berduri agar bagian lain tidak mencampuri urusan internalnya, akan menjadi lahan yang subur bagi berkembangnya silo sistem ini.

Silo dalam organisasi jelas menjadi ancaman bagi produktifitas dan program perbaikan yang dijalankan. Untuk menjadi BPR yang terus berkembang dan memperbaiki, seluruh bagian dan manajemen harus mampu bekerja bersama dalam mencapai target, dengan shared value yang sama. Seluruh sendi organisasi harus bergerak dengan sinkron menuju satu arah yang menjadi tujuan bersama. apakah silo tepat diterapkan mari kita lihat BPR kita masing-masing apakah BPR kita sudah merasa besar.

Penulis : Eko Prasetiyo, S.E., M.M., Akt. (Komisaris BPR Restu Group)

Profile Status
ACTIVE