Oleh : Constantinus J. Joseph

“Bagaimana saya bisa tahu bahwa perusahaan tempat saya bekerja memang perusahaan yang baik ?” tanya sahabay saya.

“Kamu harus mendefinisikan dulu arti dari kata baik yang baru saja kamu katakan. Baik itu artinya apa buat kamu ?” tanya saya.

“Lho, kok baik menurut saya ?” sahabat saya terlihat bingung.

“Ya, benar ! Baik menurut kamu, bukan menurut orang lain, sebab yang menjalani pekerjaan itu ‘kan kamu,” jawab saya. “Meskipun pekerjaannya rangkap-rangkap dan serabutan, kalau menurut kamu itu adalah perusahaan yang baik buat kamu, ya kamu harus bertahan. Kalau tidak, ya tidak  usah bertahan”.

* * * * *

Setiap orang mempunyai tujuan hidupnya sendiri-sendiri. Dan kebutuhan-kebutuhan hidupnya muncul mengikuti tujuan hidup itu. Misalnya, orang yang tujuan hidupnya adalah hidup sederhana secara keuangan asalkan tenang dan damai, akan berbeda kebutuhannya dengan orang yang tujuan hidupnya ingin  bisa dikagumi banyak orang karena kekayaannya alias kaya raya. Orang yang pertama tidak punya kebutuhan punya mobil mewah, sedangkan orang yang kedua punya kebutuhan untuk mempunyai mobil mewah. Karena kebuthan orang pertama berbeda dengan kebutuhan orang kedua, maka arti kata baik dalam hal pekerjaan yang baik menurut orang pertama berbeda dengan orang kedua. Orang pertama mengartikan pekerjaan yang baik sebagai pekerjaan yang bekerjanya tidak terlalu keras meskipun gajinya tidak besar. Sedangkan baik orang kedua, pekerjaan yang baik diartikan sebagai pekerjaan yang gajinya besar meskipun untuk itu dia harus bekerja keras.

* * * * * *

“Jadi bagaimana, ya ? Apa saya harus tetap bertahan kerja di perusahaan ini, atau pindah kerja ?” tanya sahabat saya.

“Itu harus kamu pikirkan masak-masak. Kamu harus berpikir tentang tujuan hidup kamu. Apakah dengan bekerja di perusahaan yang sekarang ini tujuan hidupmu akan dapat kamu capai ? Kalau ya, bertahanlah. Kalau tidak, ya silakan cari pekerjaan baru,” kata saya.

“Jadi kalau perusahaan yang sekarang ini saya nilai baik karena tujuan hidup saya bisa saya capai dan semua kebutuah saya bisa saya penuhi, maka saya harus bertahan kerja di perusahaan ini, meskipun pekerjaannya rangkap-rangkap, ya ?” tanya sahabay saya.

“Iya dong….,” kata saya.

* * * * *

Kesimpulan yang dapat diambil dari edisi kali ini adalah :

  1. Tujuan hidup yang jelas itu penting, karena itu harus dipikirkan dan dirumuskan masak-masak.
  1. Tujuan hidup yang jelas sangat menentukan keputusan untuk tetap bertahan bekerja di sebuah perusahaan, atau pindah kerja ke perusahaan yang lain.
  1. Meskipun pekerjaan yang harus dilakukan rangkap-rangkap dan serabutan, asalkan pekerjaan di perusahaan itu dinilai masih efektif untuk menjadi sarana mendapatkan gaji / penghasilan guna memenuhi kebutuhan-kebutuhan dalam rangka mencapai tujuan hidup, maka keputusannya adalah tetaplah bertahan bekerja di perusahaan tersebut.

 

*****

Penulis adalah Praktisi Psikologi Industri, pengurus APIO (Asosiasi Psikologi Industri), anggota HIMPSI (Himpunan Psikologi Indonesia).

—–oOo—–