Apa Tipe Kepribadian Anda ?

495
Keterangan : Kepribadian ditentukan oleh faktor genetis dan juga proses belajar sosial (pengalaman hidup). Oleh karena itu, kepribadian masih dapat berubah asalkan orang tersebut ingin berubah, yaitu karena tujuan hidupnya berubah. Orang yang berubah tujuan hidupnya, akan "bergerak" mempelajari hal-hal baru yang mendukung tujuan hidpnya yang baru, misalnya dengan merubah lingkungan pergaulannya. Dengan demikian, orang yang semula selalu mengalah / mudah menyerah (tipologi kepribadian "singa"-nya rendah) bisa saja berubah menjadi orang yang tegas / gigih / tidak mudah menyerah (tipologi kepribadian "singa"-nya tinggi).

*****

“Saya kok kalau disuruh memimpin orang lain tidak bisa, ya ?” kata sahabat baik saya.

“Tidak bisa-nya karena apa ?” tanya saya.

“Saya tidak bisa kalau harus bersikap tegas kepada orang lain,” kata sahabat baik saya. “Selain itu, kalau ada masalah, memang saya tidak tahu bagaimana jalan keluarnya”.

“Kalau kamu punya kepribadian seperti itu, berarti tipe kepribadian SINGA dalam dirimu memang rendah,” kata saya. “Demikian pula tipe kepribadian KANCIL juga rendah. Padahal, orang dengan tipe – tipe kepribadian itu yang memang cocok untuk menjadi pemimpin”.

“O…. Begitu, ya ?” kata sahabat baik saya. “Apakah saya bisa berupah supaya tipe kepribadian SINGA dan KANCIL dalam diri saya meningkat ?”

“Tentu saja bisa,” jawab saya. “Syaratnya, kamu memang punya TUJUAN yang KUAT sehingga kamu tidak bosan dalam upaya meningkatkan tipe kepribadian SINGA dan KANCIL dalam dirimu. Sebab, hal itu memang penuh dengan PERJUANGAN”.

*****

Ada berbagai pendekatan dalam menggolongkan tipe kepribadian seseorang, salah satu yang mudah dipahami adalah tipe kepribadian SINGA, LUMBA-LUMBA, KOALA, dan KANCIL. Tentu saja, penggambaran ini sekedar sebagai alat bantu saja, supaya lebih mudah memahami tipe-tipe kepribadian yang ada.

Perlu untuk dipahami bahwa dalam diri setiap orang selalu terdapat KOMBINASI dari keempat tipe kepribadian itu, hanya saja KOMPOSISINYA berbeda-beda. Misalnya, orang-orang yang cocok bekerja dalam bidang SELLING / menjadi SALESMAN memiliki tipe kepribadian LUMBA-LUMBA (suka memberikan pujian) yang dominan bersamaan dengan SINGA (tidak sungkan untuk bersaing / memperebutkan konsumen), sedangkan KANCIL-nya juga asa meski tidak dominan (pandai mencari akal untuk mengatasi hambatan saat berjualan / mengatasi keberatan konsumen), dan yang pasti tipe KOALA-nya harus rendah (= bukan orang yang suka dengan pekerjaan rutin / monoton / administratif).

Sebaliknya, orang yang cocok / betah  bekerja sebagai STAF AKUNTING memiliki tipe kepribadian dominan KOALA (tekun, pendiam, bekerja rutin / monoton sesuai standar dan prosedur), sedangkan SINGA-nya rendah, LUMBA-LUMBA-nya rendah, demikian pula KANCIL-nya rendah (rendah bukan berarti tidak ada sama sekali).

“Apakah orang yang dominan SINGA dan KANCIL tapi LUMBA-LUMBA-nya rendah dan KOALA-nya rendah bisa sukses menjadi SALESMAN ?” tanya sahabat baik saya.

“Bisa saja,” jawab saya. “Tapi dia harus meningkatkan LUMBA-LUMBA-nya”.

“Apa bisa ?” tanya sahabat baik saya.

“Bisa saja,” jawab saya. “Asalkan dia punya TUJUAN yang KUAT untuk meningkatkan LUMBA-LUMBA-nya”.

“Contohnya bagaimana ?” tanya sahabat baik saya.

“Contohnya, orang yang pendiam dan pemalu, jarang bergaul, setelah punya istri dan punya anak, dan kesempatan kerja yang ada adalah sebagai SALESMAN, maka dia MAU TIDAK MAU memutuskan harus bisa menjadi salesman. Otomatis, LUMBA-LUMBA-nya meningkat, karena dia punya TUJUAN yang KUAT yaitu mencari nafkah untuk istri dan anak,” jawab saya.

“Bagaimana caranya supaya bisa meningkatkan komposisi SINGA atau LUMBA-LUMBA atau KOALA atau KANCIL ?” tanya sahabat baik saya.

“Begini…. Kepribadian itu merupakan gabungan faktor genetik yang tidak bisa dirubah, dan faktor proses belajar yang dapat dirubah, tergantung pada orang itu mau belajar seperti apa,” kata saya. “Artinya, merubahnya ya dengan cara mempelajari hal-hal baru sesuai dengan tujuan itu. Cara yang paling baik adalah bergaul dengan orang-orang yang tepat”.

“Contohnya bagaimana ?” tanya sahabat saya.

“Contohnya, seseorang yang tinggi LUMBA-LUMBA-nya tetapi SINGA-nya rendah, KOALA-nya rendah, dan KANCIL-nya sedang, mendapatkan pekerjaan sebagai supervisor Customer Service yang memimpin 5 orang anak buah,” kata saya. “Oleh karena itu, dia harus meningkatkan SINGA-nya, karena dia harus mengarahkan anak buahnya. Bagaimana caranya ? Dia harus bergaul dengan orang-orang yang sudah berpengalaman menjadi pemimpin, yaitu yang SINGA-nya tinggi, supaya dia bisa melakukan observasi bahkan bertanya kepada mereka tentang tips-tips menjadi pemimpin yang punya SINGA tinggi (meskipun jangan terlalu tinggi, supaya tidak menjadi diktator)”.

“Ada lagi ?” tanya sahabat saya.

“Ya. Membaca buku tentang kepemimpinan dan pengambilan keputusan, atau biografi para pemimpin terkenal,” jawab saya. “Bisa juga menonton video tentang bagaimana para pemimpin yang terkenal itu berpidato. DVD-nya banyak dijual di toko buku”.

“O…. Jadi memang harus dipelajari, ya ?” kata sahabat baik saya.

“Memang,” jawab saya. “Dan dipraktekkan, sedikit demi sedikit tetapi terus-menerus. Practice make perfect”.

—–oOo—–

Penulis adalah Praktisi Psikologi Industri, Komisaris Bank, Anggota HIMPSI (Himpunan Psikologi Indonesia), Anggota APIO (Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi).

Profile Status
ACTIVE