Bang-bing-bung yukk….Kita ke Bank, Bang-bing-bung yukk…Kita Nabung

2448
Sumber: //ojk.go.id

Lagu lawas yang sangat populer dan akrab ditelinga anak anak saat itu (popular di tahun 1996) atau sekitar dua puluh tahun yang lalu, salah satunya adalah  ‘Menabung’  karya Titik Puspa, lagu ini  kemudian dipopulerkan kembali oleh Saskia dan Geofany. Dengan pembawaan lagu dan lirik yg ceria, lagu ini sangat digemari dan mudah sekali untuk di ingat.

Coba kita nyanyikan lagunya (ala anak TK):

Penyanyi: Saskia dan Geofanny

Jajan sih boleh saja
Sisihkan buat nabung
Belanja sih boleh saja
Tak lupa nabung
Asik asik deh

Sik asik asik nabung
Bung nabung nabung asik
Sik asik asik nabung
Bung nabung nabung asik

*
Bing beng bang
Yok kita ke bank
Bang bing bung
Yok kita nabung
Tang ting tung hey
Tau tau kita nanti dapat untung

Dari kecil kita mulai menabung
Supaya hidup kita beruntung
Mau keliling dunia ada uangnya
Juga untuk membuat istana

*
Bing beng bang
Ayok kita semua ke bank
Bang bing bung
Ayok kita semua nabung

Ajakan dalam lirik lagu tersebut adalah : Hematlah.. demikian lirik itu mengajak kita untuk melakukan penghematan lainnya seperti; energi, air dan sumber daya alam lainnya yang kita tahu semakin terbatas ini.

Yang menjadi pertanyaan sekarang: “apakah lirik lagu ‘Menabung’ ala Titik Puspa masih relevan secara saat ini? Jika kita perhatikan anak-anak sekarang, banyak yang sudah berpikir sangat kritis , sehingga tidak tertutup kemungkinan jika mereka juga mempertanyakan relevansi lirik lagu tersebut saat ini.

Program OJK bersama Perbankan

OJK (Otoritas Jasa Keuangan) bersama industri perbankan mengembangkan produk tabungan yang diberi nama Simpanan Pelajar (SimPel/SimPel iB) yang merupakan salah satu upaya OJK dalam membangkitkan kembali “budaya menabung” sejak dini bagi pelajar. Produk ini merupakan tabungan bagi para peserta didik mulai jenjang PAUD/Raudatul Athfal (RA) hingga SMA/Madrasah Aliyah (MA) dan Pondok Pesantren yang diterbitkan secara nasional oleh perbankan di Indonesia. Tujuan program ini adalah agar para pelajar sebagai generasi penerus bangsa dapat menjadikan kegiatan menabung bukan hanya sebagai kewajiban melainkan kebutuhan atau bahkan gaya hidup.

 Tips Agar Sukses Menabung

Ada tiga hal yang perlu diperhatikan agar kita sukses dalam menabung, yaitu :

  1. Menabung Harus memiliki Tujuan yang jelas

Anak kita mari kita ajak untuk menyusun rencana atau tujuan menabung, misalnya, dua tahun akan beli sepeda. Harga sepeda diperkirakan Rp 1 juta, dan disepakati orangtua akan membantu separuhnya, sehingga anak kita harus mengumpulkan uang sebanyak Rp 500 ribu dalam dua tahun mendatang. Untuk itu si Anak bisa mulai menabung paling tidak selama dua tahun, atau 24 bulan dan setiap  bulannya wajib menabung minimal Rp 21.000,- (dua puluh satu ribu).

  1. Menabung Harus Disiplin

Mari ajari anak kita untuk disiplin menabung, usahakan anak kita yang menabung sendiri minimal sesuai perhitungan di atas Rp 21.000,-. Mengapa harus dilakukan sendiri? Di luar masalah si Anak melakukan proses ini dengan sadar dan ada kebanggaan dalam menabung. Usahakan orang tua ikut mendampingi, dan lakukan secara disiplin.

  1. Menabung jangan dimudahkan dengan fasilitas untuk mengambil

Apabila kita menabung, usahakan “jangan pakai ATM”. Tabungan yang tidak dilengkapi dengan ATM akan “memaksa” kita untuk tidak dengan mudah menariknya. Godaan saat jalan-jalan di mall dengan berbagai iming-iming discount akan menggoda kita mengambil tabungan. Namun, kalau kita memiliki tiga syarat ini, “godaan” akan dengan baik kita abaikan. Saya menabung untuk anak saya sekolah nanti, maka keinginan mengambil tabungan akan dikesampingkan.

GONG

Ajakan mari kita berhemat dan menabung saat ini masih dan sangat relevan dalam kehidupan kita. Mari melakukan kegemaran menabung mulai saat ini, lakukan sejak dini, dan mari ajari anak-anak kita, adik-adik kita dan tentu kita juga untuk gemar berhemat dan menabung agar nanti dapat untung. Tetapkan tujuan dan lakukan itu dengan disiplin dan jangan mudah tergoda…..niscaya akan mendapatkan untuk dimasa mendatang. Semoga….

Penulis  : Drs. Didik Yochanan, M.M.  (Komisaris BPR Restu Group)                             Sumber : wikipedia , kompasiana, OJK, Youtube.

Profile Status
ACTIVE