Berapa Gaji yang Anda Minta?

3020
Keterangan Gambar : Gaji memang perlu, tapi bukan segala-galanya

Semarang, RestuMagz – “Berapa gaji yang Anda Minta?” Ini adalah pertanyaan yang ketika diajukan oleh pewawancara membuat pelamar kerja harus berhati-hati menjawabnya. Kalau pelamar kerja menyebut nominal gaji yang terlalu tinggi, maka pewawancara akan menilai bahwa pelamar kerja terlalu tinggi hati. Kalau pelamar kerja menyebut nominal gaji yang terlalu rendah, maka pewawancara akan menilai bahwa pelamar kerja tidak memiliki kompetensi sehingga mau dibayar rendah. Jangan lupa, istilah nominal gaji terlalu tinggi maupun terlalu rendah itu adalah menurut perusahaan yang dalam hal ini diwakili oleh pewawancara, sedangkan pelamar kerja tidak tahu berapa sebenarnya nominal gaji yang tepat menurut perusahaan itu.

* * * * *

“Jadi, sebenarnya berapa sih nominal gaji yang seharusnya disebutkan oleh pelamar kerja?” tanya sahabat saya kepada saya.
“Itu tergantung dari perusahaan yang bersangkutan,” jawab saya.
“Terus, bagaimana supaya pelamar bisa tahu tentang nominal gaji yang dipandang tepat oleh perusahaan?” tanya sahabat saya lagi.
“Pedoman secara khusus tidak ada. Untuk itu, pelamar memang harus mencari informasi tentang standar gaji di perusahaan tersebut atau di bidang bisnis perusahaan tersebut, sebelum datang ke tempat wawancara, supaya ketika ditanya oleh pewawancara, maka pelamar kerja dapat memberikan jawaban yang mendekati standar gaji di perusahaan tersebut,” jawab saya.

* * * * *

Banyak pelamar kerja yang masih belum memiliki pengalaman kerja memberikan jawaban, “Saya percaya bahwa perusahaan sudah memiliki sistem nominal gaji, dan saya siap mengikuti”. Ini adalah jawaban yang baik, asalkan perusahaan tersebut adalah perusahaan yang sudah mapan, dalam arti memiliki sistem Human Resources yang baik. Kalau perusahaan yang dilamar belum memiliki sistem Human Resources yang baik, maka jawaban yang tepat adalah nominal gaji yang umum diberikan pada bidang bisnis perusahaan tersebut.
“Terus, kalau pelamar sudah mempunyai pengalaman kerja, bagaimana menjawab pertanyaan tentang gaji yang diharapkan tersebut?” tanya sahabat saya lagi.
“Katakan bahwa di perusahaan lama, nominal gaji yang diterima adalah sekian, dan tentu saja di perusahaan ini mempunyai sistem nominal gaji sendiri, sehingga siap mengikuti sistem nominal gaji di perusahaan ini,” jawab saya.

* * * * *

Ketika mencari pekerjaan, gaji memang penting, tetapi bukan segala-galanya. Justru yang harus diwaspadai oleh pelamar adalah perusahaan yang menjajikan nominal gaji dua kali bahkan tiga kali lipat nominal gaji yang diterima di perusahaan lama.
“Kenapa?” tanya sahabat saya.
“Karena saya sudah berkali-kali menemui pelamar kerja yang akhirnya terpaksa berhenti kerja dari perusahaan sebelumnya, sebab perusahaan itu tutup karena bangkrut. Ketika saya tanya, mengapa dia dulu tertarik untuk pindah kerja di perusahaan yang akhirnya tutup karena bangkrut itu, pelamar itu menjawab bahwa ketika dia minta nominal gaji tiga kali lipat dari perusahaan terdaulu, perusahaan itu langsung menyetujui,” jawan saya. “Jadi, kalau manajemen perusahaan tampaknya tidak terlalu berpikir panjang untuk memberikan gaji dua kali atau tiga kali lipat lebih tinggi, waspadalah. Ini adalah indikasi bahwa manajemen perusahaan itu jelek karena tidak punya sistem nominal gaji yang baik, dan akhirnya tutup karena bangkrut”.

—–oOo—–

Penulis  : Constantinus J. Joseph (Praktisi HR BPR Restu Group, Angota Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) & Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi (APIO))

Profile Status
ACTIVE