Dadih, Yoghurt asli Nusantara

112

 

Semarang, RestuMagz – Dadih merupakan makanan tradisional masyarakat Sumatera Barat yang berasal dari fermentasi alami air susu kerbau di dalam tabung bambu oleh mikroorganisme penghasil asam laktat yang terdapat secara alami pada air susu kerbau tersebut.   Di Minangkabau, tempat asalnya Dadih biasanya dikonsumsi sebagai sarapan pagi, dicampur dengan emping dan gula merah. Dadih dapat juga dijadikan sebagai lauk pendamping nasi. Dadih mengandung bakteri baik yaitu asam laktat yang potensian sebagai probiotik.

Kandungan  zat gizi dari Dadih adalah sebagai berikut,  kadar air (84,35%), protein (5,93%), lemak (5,42%), karbohidrat (3,34%).  Karna kandungan gizinya maka Dadih sangat baik untuk dikonsumsi setiap hari.

Pembuatan Dadih susu kerbau sangat sederhana yaitu, susu kerbau di saring terlebih dahulu, dipisahkan dari kotoran yang mungkin masuk ketika pemerahan dilaksanakan.  Susu kerbau tersebut lalu  dimasukkan ke dalam tabung bambu.  Bambu yang digunakan memiliki diameter ± 4-5 cm dan dipotong ± 15 cm. Susu yang dimasukkan ke dalam bambu sebanyak ± 250 ml per bambu.  Lalu ditutup dengan daun pisang/daun waru dan diperam dalam suhu ruang selama 2-3 hari sampai mengental dan membentuk Dadih, dan siap dikonsumsi.

Bagi anda yang berpuasa, Dadih baik untuk dikonsumsi setelah buka puasa atau menjelang sahur.

Tetap sehat, produktif, dan bahagia.

Penulis   : Franes Pradusuara, S.Pt., M.Si                                                                               Ilustrasi : //www.goodnewsfromindonesia.org

Profile Status
ACTIVE