Kenapa Telurku Berbeda?

72

Perbedaan Bentuk Fisik Telur                                                                                   (Sumber: //banjarmasin.tribunnews.com/)

Semakin tingginya tingkat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya protein untuk tubuh, maka sejalan dengan hal itu konsumsi protein khususnya telur ayam sebagai salah satu sumber protein hewani juga ikut meningkat. Hal ini dikarenakan telur ayam merupakan salah satu sumber protein hewani yang harganya relatif murah, pengolahannya relatif mudah dan bervariasi. Karena berbagai macam kelebihan yang dimiliki oleh telur ayam, sumber protein hewani yang satu ini sangat digemari oleh berbagai lapisan masyarakat.

Berdasarkan data GPPU pada tahun 2012, telur ayam ras nasional terus mengalami peningkatan selama tiga tahun terakhir. Konsumsi telur pada tahun 2010 adalah 63 kg/kapita, 72 kg/kapita pada tahun 2011 dan 74 kg/kapita pada tahun 2012. Namun telur bagaimana yang banyak disukai masyarakat? Apakah masyarakat Indonesia cukup selektif dalam memilih jenis telur yang ingin mereka konsumsi? Mari selami lebih dalam!

Kualitas suatu telur sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor.  Ada banyak cara sederhana yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah telur tersebut berkualitas atau tidak. Diantaranya adalah dengan mengamati kondisi telur secara langsung. Sadarkah anda bila terkadang telur yang kita konsumsi berbeda satu dengan yang lainnya? Kadang ada yang kulitnya tebal dan keras, ada yang kulitnya begitu tipis sehingga mudah untuk dipecahkan. Kadang ada yang warna kuning telurnya orange pekat, orange, bahkan pucat cenderung putih. Sebenarnya mengapa demikian?

Kondisi dan sistem pemeliharaan ayam petelur yang diterapkan oleh para peternak sangat mempengaruhi bagaimana kualitas telur yang dihasilkan. Ayam yang dipelihara dengan sistem pemeliharaan yang baik akan mengahasilkan telur – telur yang baik pula. Itulah sebabnya mengapa telur yang kita konsumsi kondisinya berbeda – beda. Ayam yang dipelihara dengan kebutuhan nutrisi seimbang (cukup sumber mineral, sumber protein dan sumber energi) dan menggunakan sistem pemeliharaan yang baik sehingga ayam tidak stres akan menghasilkan telur – telur dengan kualitas cangkang yang kuat dan kuning telur yang lebih pekat.

Contohnya adalah ayam yang diberi pakan mengandung betakaroten tinggi (misal : jagung kuning) pasti warna telurnya lebih pekat dari pada ayam yang diberi pakan jagung putih. Hal ini dikarenakan betakaroten yang didapatkan dari jagung kuning di deposisikan oleh ayam pada kuning telur yang dihasilkan. Jadi dapat disimpulkan bahwa telur yang warna kuningnya lebih pekat adalah lebih sehat karena mengandung betakaroten yang lebih tinggi terlepas dari kandungan gizi lain yang dimiliki. Hal ini sesuai dengan pendapat Sirait dan Celly yang dituliskan pada bukunya yang berjudul “Telur dan Pengolahannya” bahwa Faktor-faktor yang mempengaruhi warna kuning telur, antara lain : 1) pakan yang diberikan kepada ayam; 2) genetik yang diturunkan oleh induk dan 3) lingkungan, seperti suhu juga dapat mempengaruhi proses pembentukan telur termasuk pada pengaruhnya terhadap warna kuning telur.

SALAM SEHAT!

Wina Desiana Wardani, S.Pt                                                                                                 Praktisi HR dan Pemerhati Lingkungan – Alumni Universitas Diponegoro

Profile Status
ACTIVE