Memilih Bank yang Aman itu Mudah – Bag.1

115

Dengan adanya program literasi oleh Otoritas jasa keuangan yang membuat masyarakat mulai menyadari pentingnya menyimpan uang di bank, tiba-tiba sejumlah bank ambruk dan tutup serta diambil alih oleh LPS. Data dari LPS dalam kurun waktu 10 tahun terakhir dari tahun 2006 sampai dengan 2015 sebanyak 63 Bank Perkreditan Rakyat dilikuidasi.

Banyak orang kaget dengan data itu, termasuk saya. saya mulai berfikir ulang jangan-jangan menyimpan uang di bank sama tidak amannya dengan menyimpan uang di rumah atau di bawah bantal.

 Dari data tersebut maka kesadaran saya untuk memilih bank pun timbul. tidak semua bank itu berkualitas bank, karena itu menyimpan uang tak dapat lagi disembarang bank. Masalahnya, banyak yang tidak tahu bank seperti apa yang layak dipilih untuk menyimpan uang.

 Cara sederhana untuk melihat bank yang aman sebagai tempat menyimpan uang?

memilih bank bukanlah soal mudah, memilih bank tidak jauh dengan memilih jodoh harus dicermati dulu bibit, bebet dan bobotnya,

 Sisi BIBIT

Bisa dianalogikan dengan melihat bankir. Apabila sang bankir sebelumnya berprofesi sebagai pedagang, maka biasanya ia juga akan menggunakan cara-cara dagang dalam mengelola bank.

 

Sisi BEBET

Bisa dianalogikan sebagai kualitas aset bank. Bank yang berkualitas asetnya akan baik, lazimnya pendapatannya juga baik.

 

Sisi BOBOT

Bisa didefinisikan sebagai kemampuan manajemen dalam mengelola bank. Biasanya bankir yang memiliki jam terbang tinggi akan lebih berhari-hati dalam mengelola bank. Dalam versi lain, bank yang berusia tua dapat dianggap lebih mapan ketimbang bank yang baru berdiri.

– Bersambung ke “Memilih bank yang aman itu mudah – Bag.2”

Penulis : Eko Prasetiyo, S.E., M.M., Akt. (Komisaris BPR Restu Group)

Profile Status
ACTIVE