Menguak Gagalnya Fit dan Proper Test – Bag. 1

2549

 

Ilustrasi Kandidat Fit dan Proper Tes                                                                   (Sumber: //www.ciricara.com/)

Menurunnya kinerja bank umum yang bermain disektor mikro dan beberapa sudah mulai tutup menyebabkan banyak level manager dan pimpinan bank mikro masuk ke dunia BPR dengan posisi direksi dan komisaris. Mereka mulai ikut certif sebagai syarat menduduki posisi tersebut sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam POJK, namun calon direksi dan komisaris dari bank umum mikro yang mengikuti uji kemampuan dan kepatutan (Fit and Proper Test) tersebut mayoritas tidak lulus sehingga harus mengulangi beberapa kali. Apa kira-kira penyebabnya.?

Untuk mencari penyebabnya maka kita lihat dulu bagaimana proses fit dan proper tersebut.

Penilaian kemampuan dan kepatutan terhadap calon pengurus Bank dilakukan melalui penelitian administratif (meliputi penelitian dokumen persyaratan administratif, track record serta penelitian reputasi keuangan) dan wawancara untuk menilai apakah yang bersangkutan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan atau tidak. Persyaratan yang dinilai pada calon pengurus Bank antara lain (Pasal 24 POJK No.20/POJK.03/2014) Integritas, Kompetensi, reputasi keuangan. Kita akan membahasnya satu per satu:

Persyaratan integritas

Persyaratan integritas meliputi:

  1. Akhlak dan moral yang baik,
  2. Memiliki komitmen untuk mematuhi peraturanperundang­undangan yang berlaku,
  3. Memiliki komitmen yang tinggi terhadap pengembangan operasional Bank yang sehat, dan Tidak termasuk dalam Daftar Tidak Lulus.

Tes Integritas atau Kepatuhan dilakukan atas 2 (dua) hal, yaitu Sikap atau Perilaku (Attitude) dan Masa Kerja Lalu (Experience).

Penilaian sikap atau perilaku ini berhubungan dengan masa kerja lalu calon direksi/komisaris yang akan dinilai. Artinya dilihat apakah dalam hal ini calon direksi/komisaris yang akan dinilai tersebut memiliki kejujuran, kepatuhan dan ketaatan dalam menjalankan tugas-tugasnya untuk menjaga dan mengelola asset-aset milik Bank. Ruang lingkup penilaian integritas atau kepatuhan meliputi:

  1. Rekayasa dan praktik-praktik operasional yang menyimpang dari ketentuan eksternal dan internal.
  2. Perbuatan yang dapat dikategorikan tidak memenuhi segala macam perjanjian dengan pihak ketiga.
  3. Perbuatan yang dikategorikan memberikan keuntungan kepada pemilik, pengurus, pegawai dan atau pihak lainnya yang dapat merugikan atau mengurangi keuntungan perusahaan (Bank).

Selain itu, penialian terhadap perilaku, akhlak dan moral juga meliputi:

  1. Kejujuran, antara lain: Sikap dalam menghadapi penyimpangan/ pelanggaran atas suatu ketentuan dan Sikap dalam memenuhi komitmen yang telah disepakati.
  2. Kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, antara lain:Sikap dalam menghadapi kelemahan yang terdapat dalam suatu ketentuan perbankan, Sikap dalam mengahadapi adanya ketentuan perbankan yang tidak konsisten.
  3. Independensi, meliputi:Independensi terhadap pemilik, pengurus bank dan pihak lainnya, Sikap dalam menghadapi campur tangan pemilik Bank.
  4. Respon atas informasi negatif tentang dirinya, untuk menilai Kebenaran dan Kejujuran.

Persyaratan reputasi keuangan

Persyaratan reputasi keuangan juga harus dipenuhi antara lain, tidak termasuk dalam daftar kredit macet, dan tidak pernah dinyatakan bersalah menyebabkan suatu perseroan dinyatakan pailit, dalam waktu 5 (lima) Tahun sebelum dicalonkan.

– Bersambung ke “Menguak Gagalnya Fit dan Proper Test – Bag. 2”

  • Eko Prasetiyo, S.E., M.M., Akt.                                                                                    Komisaris BPR Restu Group

 

Profile Status
ACTIVE