Pajak Penghasilan (PPh) : Pengantar

639
(Sumber : //yeremiaindonesia.com)

(Seri Pengetahuan Pajak-02 bagian A : Pengantar)

Pendahuluan

Dalam tulisan terdahulu (Seri Pengetahuan Pajak-01 : Pajak dan Retribusi) sudah disebutkan bahwa Pajak dibedakan berdasar jenisnya, yaitu pajak yang dipungut Pajak Negara (Pajak Pusat) yaitu Pajak yang dipungut Pemerintah Pusat dan yang kedua adalah Pajak Daerah, yaitu pajak yang dipungut oleh Pemerintah Daerah.

Seri Pengetahuan Pajak-02 ini akan dijabarkan lebih lanjut Pajak-pajak apa saja yang dipungut oleh Pemerintah Pusat.

Pajak Negara Sering disebut juga pajak pusat yaitu pajak yang dipungut oleh Pemerintah Pusat yang terdiri atas:

  1. Pajak Penghasilan

Diatur dalam UU No. 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan yang diubah terakhir kali dengan UU No. 36 Tahun 2008

  1. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah

Diatur dalam UU No. 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang diubah terakhir kali dengan UU No. 42 Tahun 2009

  1. Bea Materai

UU No. 13 Tahun 1985 tentang Bea Materai

  1. Bea Masuk

UU No. 10 Tahun 1995 jo. UU No. 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan

  1. Cukai

UU No. 11 Tahun 1995 jo. UU No. 39 Tahun 2007 tentang Cukai

Kita tidak akan membahas semua Jenis Pajak Pusat ini dan akan dibahas point satu dan dua saja, yaitu Pajak Penghasilan dan Pajak Pertambahan Nilai dan PPnBM.

Pada Seri Pengetahuan Pajak-02 ini akan dibahas tentang PAJAK PENGHASILAN dan Pada Seri Pengetahuan Pajak-03 akan dibahas tentang PPN dan PPnBM. Karena Seri Pengetahuan Pajak-02 tentang Pajak Penghasilan cukup panjang materinya, maka akan dibahas secara berseri. Seri Pengetahuan Pajak-02 Bagian A, B, C dan seterusnya.

Pajak Penghasilan

Pajak Penghasilan (biasa disingkat PPh – huruf h kecil) diatur dalam UU No. 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan yang diubah terakhir kali dengan UU No. 36 Tahun 2008

Sebelum membahas tentang Pajak Penghasilan, kita mesti mengenal dulu apa pengertian Penghasilan? Apakah semua orang yang memiliki penghasilan harus membayar Pajak? Apakah buruh bangunan yang mendapat upah harian itu juga wajib dipungut pajak atas upah mereka? Apakah setiap rupiah penghasilan kita mesti terutang pajak?

Itulah sederat pertanyaan-pertanyaan yang umum kita dengar dan mesti kita tahu jawabannya setelah membaca pengertian Penghasilan yang wajib dipotong/dibayar pajaknya.

Ada dua syarat sebuat penghasilan itu terutang pajak, harus memenuhi dua syarat utama yaitu:

  1. Subyek Pajak
  2. Obyek Pajak

Apabila subyek pajak memiliki penghasilan, maka penghasilan yang diperolehnya “prinsipnya” adalah terhutang pajak. Tentu ada beberapa pengecualian (yang dibebaskan) dan diatur dengan peraturan perundangan.

Pada seri berikutnya akan dibahas lebih lanjut tentang Pajak Penghasilan lebih lanjut…….

Semoga bermanfaat.

Penulis  : Drs. Didik Yochanan, M.M.  (Komisaris BPR Restu Group)      

Profile Status
ACTIVE