Persiapan Tes Wawancara : Buku Apa yang Anda Baca?

2475
Buku yang kita baca bisa menggambarkan bagaimana kepribadian kita. Persiapkanlah diri kita dengan membaca buku-buku yang relevan untuk pada saat akan menjalani tes wawancara seleksi karyawan maupun seleksi promosi jabatan di tempat kerja

* * * * *

“Pada saat tes wawancara, hal tidak terduga seperti apa ditanyakan oleh pewawancara kepada kita?” tanya sahabat saya.

“Buku apa yang Anda baca?” kata saya.

“Lho, pewawancara bisa menanyakan itu, ya?”

“Ya. Pewawancara bebas menanyakan apa saja, dan kamu harus menjawabnya dengan jujur. Dia menanyakan hal itu karena ingin menggali tentang diri kamu secara tidak langsung,” saya menjelaskan.

“Maksudnya, dia akan bertanya tentang beberapa hal yang seolah-olah tidak ada hubungannya dengan pekerjaan yang kamu lamar, dan jawaban-jawaban yang kamu berikan akan menjadi dasar kesimpulan apakah kamu cocok atau tidak untuk mengisi lowongan pekerjaan itu,” jawab saya.

* * * * *

Buku yang dibaca oleh seseorang menunjukkan minat orang itu. Salah satu yang dijadikan dasar oleh perusahaan dalam memilih karyawan baru adalah minat yang sesuai dengan lowongan pekerjaan yang tersedia. Tentu saja, yang dimaksud dengan “buku” di sini bukan “text book” sekolah / kuliah yang memang wajib dibaca ketika masih menjadi murid / mahasiswa.

Ada banyak judul buku yang bisa dibaca dalam rangka mempersiapkan diri menghadapi tes wawancara seleksi karyawan baru maupun untuk promosi jabatan. Salah satunya adalah buku legendaris karya Dale Carnegie yang berjudul “How to Win Friends & Influence People” (sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia). Di dalam buku ini dijelaskan tentang bagaimana membangun hubungan yang baik dengan orang lain, yang sangat diperlukan dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari di mana seorang karyawan baru maupun pejabat (pemegang jabatan) baru harus bisa merangkul orang-orang yang menjadi rekan kerjanya / mempunyai hubungan kerja dengannya.

Tentu saja, ada banyak buku-buku lain karya penulis lain yang juga bisa dibaca, dan buku Dale Carnegie itu disebutkan di sini sebagai contoh buku bacaan yang berkualitas.

* * * * *

“Bagaimana kalau saya tidak membaca buku lagi? Sekarang ini saya banyak membaca di internet,” kata sahabat saya.

“Itu tidak masalah, asalkan kamu bisa menjelaskan web atau blog apa yang kamu baca, siapa penulisnya, dan apa isinya,” jawab saya.

“Oh, itu ditanyakan juga, ya?”

“Ya. Kalau kamu menjawab bahwa kamu membaca buku How to Win Friends, misalnya, maka kamiu akan ditanya siapa yang menulis buku itu, mengapa kamu tertarik membaca buku itu, dan apa isi buku itu. Pewawancara ingin mengetahui tentang hal-hal tersebut untuk menarik kesimpulan tentang seperti apa dirimu. Nah, kalau kamu menjawab bahwa kamu membaca di internet, tentu kamu harus bisa menjelaskan juga. ‘Kan tidak lucu kalau kamu membaca sesuatu dan kamu tidak tahu siapa penulisnya, dan apa isi bacaan itu,” kata saya panjang lebar.

* * * * *

Zaman memang sudah berubah. Ada banyak pengetahuan baru yang bisa dibaca dari internet, dan tidak harus dari buku. Yang harus diperhatikan untuk mempersiapkan diri guna menjalani tes wawancara seleksi karyawan baru maupun promosi jabatan adalah apakah penulis web atau blog di internet itu merupakan ahli di bidangnya. Kalau tulisan yang kita baca di internet ditulis oleh orang yang ahli di bidang itu, berarti kita sudah membaca tulisan yang berkualitas juga. Demikian juga sebaliknya. Masalahnya, sekarang ini ada tulisan-tulisan di internet yang ditulis oleh orang yang tidak ahli di bidangnya. Oleh karena itu, kita harus pandai-pandai memilih web atau blog mana yang kita baca karena ditulis oleh ahlinya, dan web atau blog mana yang tidak perlu dibaca karena ditulis oleh orang yang bukan ahli.

“Terus, bagaimana saya bisa tahu apakah orang yang menulis itu ahli di bidangnya atau tidak?” tanya sahabat saya.

“Kamu cari informasi di internet tentang dia. Apa latar belakang pendidikannya. Apa organisasi profesi yang diikutinya. Apa pekerjaannya. Tulisan apa saja yang sudah dihasilkannya,” jawab saya.

“O…. Jadi saya harus tahu dulu apakah penulisnya berkualitas atau tidak, ya?”

“Iya. Kalau kamu membeli buku, ‘kan kamu juga membaca tentang profil penulis yang ada di bagian belakang buku itu,” kata saya.”Misalnya, tiba-tiba saya menulis buku tentang akuntansi, ini ‘kan aneh. Sebab, latar belakang pendidikan saya adalah S-1 dan S-2 Psikologi. Pekerjaan saya adalah menjadi Praktisi Psikologi Industri. Organisasi profesi yang saya ikuti adalah Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) serta Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi (APIO). Jadi, tulisan saya seharusnya tentang Dunia Kerja dan Psikologi Industri”.

* * * * *

Kesimpulan :

(1) Harus membaca buku (atau web maupun blog di internet) supaya bisa menjawab pertanyaan pewawancara tentang “buku apa yang Anda baca”.

(2) Buku yang dibaca harus relevan dengan pekerjaan yang dilamar.

(3) Harus bisa menjelaskan kembali tentang siapa yang menulis buku itu, apakah dia penulis yang ahli di bidangnya, dan apa isi buku itu.

(4) Buku-buku yang dibaca menggambarkan kepribadian seseorang, terutama tentang minatnya dan bagaimana dia mengembangkan dirinya.

—–oOo—–

Penulis adalah Praktisi Psikologi Industri selama 14 tahun, anggota HIMPSI (Himpunan Psikologi Indonesia) dan APIO (Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi).

Profile Status
ACTIVE