Strategi Pertumbuhan BPR Dengan Non Organik (Sebuah Peluang bagi Investor) – Bag. 1

216
(Sumber : //finansial.bisnis.com)

Kebijakan ketentuan permodalan BPR berdasarkan Zona wilayah memberikan peluang besar bagi investor BPR yang ingin mengembangkan dan memperbesar usaha perbankan. Salah satu caranya adalah melalui merger dan akuisisi atau dalam teori pertumbuhan lebih dikenal dengan nama pertumbuhan non organik. Pertumbuhan non-organik bertujuan agar bisnis bisa berkembang pesat dan menunjukkan tampilan baru setelah adanya merger dan akuisisi.

Merger hanya terjadi jika dua perusahaan setuju untuk bergabung menjadi satu, sedangkan akuisisi adalah sebuah perusahaan memperoleh kendali perusahaan lain dengan membeli saham mayoritas.

Merger BPR menjadi salah satu pilihan memperkuat modal. Meskipun merger ini sangat sulit dilakukan antar BPR diluar group tetapi bisa dilakukan oleh BPR yang pemiliknya sama/Group, aksi merger sudah ditempuh sebagian besar BPR milik pemerintah daerah (Pemda). kelebihan merger dan akuisisi adalah bisa menekan fraud yang terjadi sehingga BPR bisa bertumbuh dan berkembang lebih baik lagi. Bahkan, BPR yang melakukan merger bisa memperluas jangkauan usaha yang dimiliki sehingga akan terwujud BPR yang sehat.

Dari laporan publikasi OJK kondisi BPR di beberapa wilayah sebagian besar Modalnya relatif cekak sehingga apabila pemberlakuan aturan permodalan sesuai POJK No 5/POJK.03/2015 tentang kewajiban penyediaan modal minimum dan pemenuhan modal inti minimum BPR akan berdampak signifikan terhadap BPR terlebih lagi sebagian besar laba yang diperoleh hampir semuanya diambil dalam bentuk deviden serta tidak dicadangkan untuk penambahan modal. Apabila sampai dengan batas waktu yang ditentukan maka BPR yang modalnya hanya minimal yaitu sebesar Rp 1 Milyar maka akan kesulitan untuk memenuhinya. Maka inilah peluang bagi investor untuk melakukan akuisisi.

Penulis : Eko Prasetiyo, S.E., M.M., Akt. (Komisaris BPR Restu Group)

Profile Status
ACTIVE