Ilustrasi Daging Sapi Sehat (sumber: //ladangmoo.blogspot.com)

Kota Semarang, RestuMagz – Beberapa hari terakhir menjelang natal dan tahun baru permintaan akan daging semakin meningkat.  Permintaan yang meningkat dengan persediaan daging yang terbatas, memunculkan kekhawatiran adanya oknum nakal yang memanfaatkan peluang tersebut dengan menjual daging tidak layak konsumsi.

Untuk membedakan mana daging yang layak untuk dikonsumsi dan mana daging yang tidak layak untuk dikonsumsi maka di bawah ini akan disajikan tips singkat perihal tersebut diatas, sebagai berikut:

Cara pertama, dengan memperhatikan keadaan fisiknya.  Daging yang telah rusak akan berwarna lebih gelap, bahkan sampai kebiruan sedangkan daging yang masih layak konsumsi akan berwarna lebih cerah, dengan tingkat kekenyalan yang wajar.  Daging yang mulai rusak akan terdapat lendir pada permukaannya, biasanya di barengi dengan aroma yang tidak enak, sedangkan daging yang masih layak konsumsi pada permukaan daging akan terlihat kering, namun kalau di pegang akan terasa lembab yang wajar, dan dengan aroma yang khas daging.

Cara kedua untuk membedakan daging layak konsumsi dengan daging tidak layak konsumsi adalah dengan tes mikrobiologi dan tes pH (kadar asam).  Untuk tes mikrobiologi hanya bisa dilakukan di laboratorium saja.  Sedangkan untuk pH daging yang masih layak konsumsi yaitu pHnya berkisar antara 5 – 7, sedangkan untuk daging yang sudah tidak layak konsumsi pHnya lebih dari 7.

Selain hal tersebut, untuk menjamin daging yang kita konsumsi sehat dan aman untuk tubuh kita, maka hal terakhir adalah penanganan pasca pembelian.  Penanganan pasca pembelian meliputi cara pengemasan daging dari tempat pembelian dalam hal ini bisa pasar tradisional atau supermarket sampai dapur konsumen.  Terus yang kedua meliputi cara pemasakan daging tersebut.  Sebaiknya daging direbus sampai matang dahulu, baru kemudian diolah lebih lanjut sesuai selera.  Hal ini dimaksud untuk membunuh mikroba yang mungkin melekat pada daging saat transportasi dari tempat pembelian atau karena kemasan yang digunakan kurang higienis.

Dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi akan semakin menambah kebahagiaan suasana Natal dan tahun baru anda bersama keluarga tercinta.

Selamat Natal dan Tahun Baru 2016, semoga kita semua selalu ada dalam berkah dan rahmat tuhan yang mahaesa, amin….

 

Penulis : Franes Pradusuara, S.Pt., M.Si