“Untuk Apa Memenuhi Semua Tuntutan Perusahaan ?”

116
Keterangan : Era persaingan yang ketat dalam dunia tenaga kerja menuntut karyawan untuk memenuhi semua tuntutan perusahaan, minimal supaya tetap bisa bertahan bekerja, syukur-syukur bisa mendapatkan peningkatan karir (tergantung pada kondisi perusahaan)

* * * * *

“Saya ingin punya karir di perusahaan di mana saya bekerja,” kata sahabat saya. “Apa yang harus saya lakukan ?”

Jawab saya, “Lakukan semua yang dituntut oleh perusahaan”.

“Apa dengan begitu, karir saya pasti bagus ?” tanya sahabat saya.

“Belum tentu,” kata saya.

“Wah, kamu ini bagaimana sih ? Jawaban kok tidak jelas begitu,” sahabat saya menggerutu.

* * * * *

Banyak karyawan menduga bahwa dengan memenuhi semua tuntutan perusahaan, maka karirnya akan meningkat. Dugaan seperti ini hanya akan membuat karyawan itu kecewa, ketika ternyata karirnya tidak meningkat, padahal dia sudah memenuhi semua tuntutan perusahaan. Supaya tidak kecewa, maka dugaan yang keliru ini harus diluruskan.

Memang, kalau karyawan tidak memenuhi semua tuntutan perusahaan, jelas dia tidak akan punya karir di perusahaan itu. Bahkan, bisa jadi dia diberhentikan. Tetapi, ketika karyawan sudah memenuhi semua tuntutan perusahaan, ada tidaknya peningkatan karir baginya ditentukan oleh beberapa faktor di bawah ini.

PERTAMA, apakah perusahaan itu pada saat itu bisnis / organisasinya sedang berkembang, atau sedang “stagnant” (tidak maju tapi juga tidak mundur), atau sedang menurun. Kalau perusahaan sedang berkembang, maka harapan untuk mendapat peningkatan karir memang ada, tapi kalau perusahaan sedang “stagnant” apalagi sedang menurun, maka peningkatan karir memang tidak ada. Bahkan, kalau perusahaan sedang menurun, maka yang ada adalah pengurangan karyawan, di mana karyawan yang memenuhi semua tuntutan perusahaanlah yang tetap dipekerjakan. Artinya, dalam kondisi perusahaan sedang menurun, karyawan harus tetap memenuhi semua tuntutan perusahaan, bukan supaya mendapat peningkatan karir, tetapi supaya dia tetap bertahan / dipekerjakan perusahaan. Hal ini penting, sebab di saat ini mencari pekerjaan baru memang tidak mudah.

KEDUA, kalau perusahaan sedang meningkat bisnis / organisasinya, maka karyawan yang memenuhi semua tuntutan perusahaan juga tidak otomatis mendapatkan peningkatan karir. Mengapa demikian ? Sebab perusahaan akan melakukan seleksi, siapa di antara para karyawannya yang memenuhi semua tuntutan perusahaan, yang dinilai paling tepat untuk mengisi posisi jabatan yang tersedia dalam rangka promosi (peningkatan karir). Misalnya, di antara Si A, Si B, Si C, yang lulus seleksi mendapatkan promosi jabatan adalah Si B, maka Si A dan Si C pada saat itu belum mendapatkan promosi jabatan / peningkatan karir.

* * * * *

“Terus, bagaimana nasib Si A dan Si C ? Apakah mereka harus tetap bertahan di perusahaan itu, atau harus pindah kerja ?” tanya sahabat saya.

“Itu tergantung pada perusahaan itu dan tergantung pada Si A dan Si C juga,” kata saya. “Kalau perusahaan itu bisa menjelaskan dan meyakinkan Si A dan Si C bahwa dalam satu sampai tiga tahun ke depan ada kesempatan promosi jabatan / karir, maka Si A dan Si C lebih besar kemungkinannya untuk tetap bertahan. Demikian pula, hal ini tergantung pada Si A dan Si C, apakah mereka memang lebih memilih tetap bekerja dan menunggu kesempatan karir itu, atau memilih pindah kerja. Semua itu tidak bisa dipaksakan”.

“O…. Jadi memang tidak ada kepastian, ya ?” kata sahabat saya.

“Memang kenyataannya demikian,” jawab saya. “Tetapi yang harus kamu ingat adalah bahwa memenuhi semua tuntutan perusahaan itu penting, supaya dalam keadaan perusahaan seperti apapun, kamu masih tetap bisa punya pekerjaan, meskipun mungkin belum punya karir”.

—–oOo—–

Penulis adalah Praktisi Psikologi Industri, Ilmuwan Psikologi dan Kandidat Psikolog, anggota Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), anggota Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi (APIO).

Profile Status
ACTIVE