Waspada Minuman Dingin tidak Higienis di Bulan Ramadhan

116

Semarang, RestuMagz – Tidak terasa ternyata sekarang menginjak hari  ke 16   dibulan suci Ramadhan tahun 2016.  Kota Semarang yang panas membuat sensasi tersendiri dalam menjalani puasa wajib ini bagi umat muslim.

Disepanjang jalan banyak sekali para pedagang yang menjual minuman dan makanan khas Ramadhan.  Salah satunya yang saya soroti kali ini adalah tentang minuman dingin yang banyak dijual di jalan sebagai penghilang dahaga setelah seharian berpuasa.

Aneka minuman dijual dengan harga terjangkau, dengan warna, dan jenis yang menarik.  Namun, apakah sahabat Restu menyadarinya? Apa yang menyebabkan minuman itu laris dibeli oleh mereka yang sedang berpuasa?  Selain rasa yang manis, rasa yang dingin banyak dicari untuk menghilangkan rasa haus setelah seharian berpuasa.

Minuman dingin yang banyak dijual di jalan tersebut, ada sebagian yang menggunakan es balok yang tidak higienis (berasal dari air mentah).  Para oknum pedagang tersebut entah karena faktor ketidak tahuan atau karena mencari keuntungan semata, mereka melupakan kesehatan konsumennya.

Mengkonsumsi minuman yang ditambahkan es balok tidak higienis akan membahayakan orang yang mengkonsumsinya. Hal ini dikarenakan sumber airnya tidak higienis (contoh air sungai/air mentah) maka dapat dipastikan bisa mengandung bakteri yang berbahaya seperti adanya bakteri E Coli yang bisa memicu diare ataupun muntaber, tidak cuman itu tetapi masih banyak lagi bakteri-bakteri yang mengintai kesehatan. Dalam proses pembekuan air menjadi es balok umumnya tidak bisa mematikan bakteri-bakteri tersebut jadi ketika es yang mengandung bakteri tersebut yang larut kedalam minuman yang kita minum maka artinya sama saja kita menuangkan air mentah atau air sungai ke dalam minuman kita, apalagi jika dikonsumsi anak-anak yang mempunyai daya tahan tubuh yang lemah maka bisa memicu penyakit.

Oleh karena hal tersebut diatas, mulai sekarang minumlah minuman dingin yang berasal dari es kristal yang bening (tidak putih seperti es balok), untuk menjaga kesehatan kita, keluarga, dan lingkungan.

Selamat berpuasa, tetap sehat, produktif, dan bahagia.

Penulis   : Franes Pradusuara, S.Pt., M.Si                                                                               Ilustrasi : //www.lipton.co.id

Profile Status
ACTIVE